Peduli kemanuasiaan, Kapolres Muba sempatkan diri melihat kondisi korban tanah longsor.
Tribratamubanews.com.Sekayu. Polda Sumsel. Sensitivitas seorang pemimpin sangat diperlukan, sehingga cepat merespon hal-hal yang menyentuh rasa kemanusiaan, seperti halnya yang dilakukan Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH Rabu (30-11-2022) pagi hari

setelah mendengar adanya musibah tanah longsor dibantaran sungai Musi didesa Bumiayu kecamatan Lawang wetan langsung cek lokasi dan memberikan bantuan berupa sembako kepada ahli musibah sebagai bentuk keperdulian polri terhadap masyarakat yang terkena musibah selain itu juga memberikan support untuk tetap tabah dan tawakal atas musibah yang terjadi serta menghimbau warga lainnya yang tinggal dibantaran sungai agar tetap waspada mengingat saat ini sedang musim penghujan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Muba didampingi kasat lantas Akp. Riky Mozam SH. MH dan Kapolsek Babat Toman yang diwakili oleh Ipda Hendri, dan hadir juga dalam kesempatan tersebut kepala desa Bumiayu Amrullah.

Selang tidak lama setelah kunjungan Kapolres Muba hadir juga Kasat Samapta Akp. Ade Nurdin SH dan Kasatpolairud Akp. Beny Wijaya SH yang turut memantau sekitar lokasi kejadian untuk antisipasi kejadian susulan.

Dari keterangan yang didapat oleh Tribratamibanews dilapangkan bahwa kejadian longsornya tanah dibantaran sungai Musi ini terjadi pada hari Senin malam (28-11-2022) saat hujan lebat,di dusun 1 dan dusun 3 desa Bumiayu kecamatan Lawang wetan, dan dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa tetapi ada bagian rumah yang roboh atau retak dan juga sebagian tanah pekarangan longsor masuk kesungai musi.
Adapun yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut adalah :
1. Sdr. Mustakim dusun 1 dapur rumahnya roboh.
2. Sdr. Zainuri dusun 1 dapur rumahnya retak.
3. Sdr. Zurbaini dusun 3 pekarangan longsor.
4. Sdr. Eli dusun 3 pekarangan rumah dibelakang longsor.

Dan melihat situasi permukiman didesa Bumiayu khususnya yang tinggal dibantaran sungai memang perlu perhatian khusus dari pemerintah kedepannya, utamanya warga yang rumahnya tepat dipinggir sungai agar secara bertahap mencari tempat yang tidak terlalu mepet dengan sungai atau tempat yang aman, karena cepat atau lambat tidak menutup kemungkinan dapat menjadi korban tanah longsor. (SM liputantribratamubanews).
